Wisata Kali di Piyungan Mulai Dibuka

Lokasi: Gerbang Banyu Langit
Sumber: Google Cermin Jaya Perkasa

Adanya pandemi Covid-19 saat ini membuat destinasi wisata di Piyungan terpaksa ditutup sementara karena anjuran pemerintah untuk menghindari keramaian. Setelah beberapa bulan ditutup yaitu sejak Maret 2020 lalu, akhirnya pada 12 Juli 2020 Forkom Pokdarwis Piyungan (Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata di Piyungan) menginisiasi dilakukannya uji coba operasional secara terbatas di dua titik terlebih dahulu, yaitu wisata Gerbang Banyu Langit dan Pasar Kebon Empring yang berada di Srimulyo.

“Dalam uji coba secara terbatas ini, Forkom Pokdarwis sepakat membuka objek wisata secara bertahap. Tahap pertama di dua titik yaitu Gerbang Banyu Langit dan Kebon Empring, untuk dijadikan tempat belajar oleh objek wisata yang lain. Kemarin sudah ada beberapa pelapak yang datang dan belajar seperti apa uji coba terbatas itu. Sedangkan untuk Girli dan Setren Opak rencana dibuka tanggal 2 Agustus, itupun jika tidak terjadi pertambahan suspek corona di Sitimulyo” tutur Muklas Aji Setiawan selaku pengelola objek wisata di Setren Opak.

“Setelah melakukan uji coba pada dua titik wisata tersebut, Dinas Pariwisata DIY memberikan peluang untuk memasukan tiga destinasi wisata di Piyungan yaitu Gerbang Banyu Langit, Pasar Kebon Empring dan Setren Opak ke dalam Aplikasi Visiting Jogja. Aplikasi tersebut menjadi kewajiban bagi penyelenggara wisata di DIY untuk mengecek mekanisme pencegahan Covid” Tambah Muklas

Lokasi: Setren Opak
Sumber: Google MyTrip

Pada awal Juli lalu Forkom Pokdarwis Piyungan pun sudah berkonsultasi dengan pemerintah setempat terkait Standar Operasional Prosedur destinasi wisata. “Forkom di awal Juli sudah komunikasi, baik dengan Desa, Kecamatan, Puskesmas, Polsek, Koramil, Forum Pengurangan Risiko Penjamah dan berkoordinasi dengan PMI Bantul, Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Dinas Pariwisata Provinsi mengenai penerapan SOP. Karena masing-masing dinas dan lembaga memiliki standar sendiri walaupun acuannya dari Kemenkes, tetapi harus disesuaikan dengan kemampuan destinasi wisata tanpa melupakan tiga hal yaitu pakai masker, jaga jarak, dan PHBS (Perilaku Hidup Bersih Sehat).” Jelas Muklas

Muklas juga menjelaskan bahwa selain pertimbangan SOP dalam pembukaan destinasi wisata di Piyungan, perkembangan covid dan kesiapan semua elemen yang ada di level Kampung, Desa, Kecamatan juga diperhatikan.

Reporter: Fanisa LB

Tulisan ini dipublikasikan di Artikel, Kesehatan, Lingkungan, Sosial Masyarakat. Tandai permalink.