Wisata Dibuka, Pasien Positif Covid-19 Bertambah?

Tidak hanya sebagai negara maritim, Indonesia juga dikenal sebagai negara agraris, yang sebagian besar mata pencahariannya adalah petani atau bercocok tanam. Dari banyaknya petani tersebut bisa mendorong majunya perekonomian di Indonesia. Kegiatan ekspor hasil kekayaan bumi adalah salah satunya.

Sumber : Instagram @jogja24jam

Di masa pandemi saat ini, ekonomi menjadi salah satu sektor yang paling banyak terkena dampak Covid-19. Perlu strategi dan kebijakan khusus yang dapat dilakukan untuk memulihkan sektor tersebut. Salah satunya seperti yang dilakukan Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio dengan membuat kebijakan memperbolehkan bukanya kembali tempat wisata. Dikutip dari kompas.com ada sejumlah tahapan yang harus dilakukan sebelum tempat wisata kembali dibuka. Ada tahapan yang akan dilalui di antaranya harus ada standar operasional prosedur (SOP), melakukan simulasi untuk menjalankan SOP, dan melakukan uji coba.

Mulai awal Juli bulan lalu beberapa tempat wisata khususnya di Yogyakarta mulai dibuka kembali. Beberapa tempat wisata seperti pantai, pedestrian Malioboro, alun-alun, wisata air terjun, wisata kali dan sebagainya pun mulai ramai dikunjungi. Di Piyungan sendiri ada beberapa tempat wisata antara lain Gerbang Banyu Langit, Pasar Kebon Empring, Girli dan Setren Opak. Dari beberapa tempat wisata tersebut dilakukan uji coba pada Minggu (12/7) untuk Gerbang Banyu Langit dan Pasar Kebon Empring sedangkan pada Minggu (2/8) uji coba untuk Girli dan Setren Opak.

Meskipun sudah mulai dibuka, ada beberapa protokol yang harus diterapkan. Seperti kewajiban memakai masker, cuci tangan sebelum masuk, selalu membawa hand sanitizer dan kalau perlu memakai face shield.

Sumber : Instagram @jogja24jam

Namun disisi lain, akhir-akhir ini kasus baru positif Covid-19 di DIY yang diharapkan turun, tetapi kenyataanya makin hari kian tambah. Dikutip dari corona.jogjaprov.go.id untuk Kecamatan Piyungan sendiri pada Senin (3/8)  terdapat 4 orang positif terkena Covid-19, padahal sebelum-sebelunya terdeteksi 0 kasus. Angka tersebut sejalan dengan penambahan kasus di DIY yaitu pada  Senin (3/8) sebanyak 12 kasus baru positif yang apabila diakumulasikan menjadi 772 terkonfirmasi diantaranya 318 orang dirawat, 21 orang meninggal dan 433 orang sembuh.

Meningkatnya jumlah kasus baru positif Covid-19 dikarenakan berbagai faktor. Beberapa diantarannya seperti orang-orang yang bepergian dari luar kota, tidak patuhnya masyarakat terhadap protokol saat berada di luar rumah, dan juga dibukanya kembali beberapa tempat wisata. Apabila masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan tersebut, kasus dikhawatirkan akan semakin meningkat.

Oleh karena itu, untuk mencegah penambahan kasus baru di DIY masyarakat diharapkan benar-benar patuh terhadap protokol kesehatan. Kedisiplinan dalam mematuhi protokol kesehatan sangat dibutuhkan. Hal tersebut bisa dilakukan dengan menjaga jarak di tempat umum, rajin cuci tangan, selalu menggunakan masker, melakukan karantina setelah bepergian dari luar kota dan lain sebagainya.

Penulis : Reni Safitri

Tulisan ini dipublikasikan di Artikel, Lingkungan dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.