UTBK di Masa Pandemi Covid-19? Begini Suasananya!

UTBK atau Ujian Tulis Berbasis Komputer adalah salah satu ujian untuk masuk ke perguruan tinggi melalui jalur SBMPTN. UTBK ini mulai dilaksanakan pada tahun 2019 lalu, yang artinya tahun ini adalah tahun ke dua pelaksanaanya. Pada tahun kedua ini, suasananya berbeda dikarenakan UTBK dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 yang pastinya dengan protokol kesehatan yang ketat.

Dokumentasi Reporter
Tempat: Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta

Menurut penuturan Oby Isnan Abimanyu pemuda Somokaton yang menjadi salah satu peserta UTBK di Kampus UNY, protokol kesehatan dilakukan dari awal masuk hingga jalannya ujian. “Pertama melalui gerbang di cek suhu dengan satpam, kemudian menuju ruangan ada satpam lagi dan menanyakan surat keterangan sehat, kemudian menunggu jam UTBK di luar ruangan dengan di sediakan kursi yang sudah di buat jarak satu meter. Tapi berbeda dengan teman saya yang juga UTBK di UNY beda ruangan beda tanggal. Sekitar empat teman saya itu tidak ditanyakan surat keterangan sehat. Jadi kalo menurut saya, itu tergantung panitia yang menjaga dan mengawasi ruangan tersebut”

Selain itu, peserta UTBK juga wajib memakai masker “Yang paling wajib dibawa adalah masker. Kalau di peraturannya sebenarnya dianjurkan membawa hand sanitizer sendiri, face shield sendiri, dan sarung tangan” tambahnya.

“Untuk kapasitas ruangan saya sendiri di LIMUNY 1 ya sekitar 100 orang, dan juga sudah sesuai protokol kesehatan dengan ada bilik – bilik di komputer nya dan diberi jarak” jelas Oby

Berbeda dengan Oby yang melaksanakan UTBK di Kampus UNY pada 12 Juli lalu, Syefira Fahru Nabila salah satu pemudi Sitimulyo di Gentingsari melakukan UTBK di Kampus ISI pada 14 Juli mengatakan bahwa kapasitas ruangan yang ditempatinya sekitar 35 orang. “Kapasitas ruangan yang saya tempati yaitu di Ruang DP-C6 Fakultas Seni Rupa ISI adalah 35 orang dengan diberi jarak satu meter tiap komputernya”

Dokumentasi Syefira Fahru Nabila
Tempat: Ruang DP-C6 ISI Yogyakarta

Saat diwawancarai Reporter Karang Taruna mengenai ketertiban pelaksanaan protokol kesehatan dalam UTBK, Syefira mengaku sudah tertib. “Sudah, karna sebelum masuk ruang UTBK petugas melakukan pengecekan suhu dan mewajibkan peserta untuk mencuci tangan terlebih dahulu. Selain itu peserta UTBK dianjurkan memakai sarung tangan dan face shield namun, tidak banyak yang mengenakannya. Yang paling penting adalah peserta diwajibkan mengenakan masker dan melakukan sosial distancing. Sebelum memasuki ruang UTBK, petugas melakukan pemanggilan peserta satu – persatu untuk pengecekan berkas data diri peserta. Sembari menunggu panggilan, peserta duduk di kursi – kursi dengan jarak  kurang lebih satu meter yang sudah disediakan petugas. Sesampai di ruangan peserta menempati komputer yang sudah diberi jarak juga.”

“Jadi angkatan 2020 atau biasa disebut angkatan Corona ya berat sih, Wisuda yang seharusnya jadi kenangan terakhir sekolah diadakan secara online bahkan banyak berita simpang siyur untuk masuk perguruan tinggi, selain itu perguruan tinggi juga ada yang tidak menerima pendaftaran. Tapi, ini semua jadi kenangan tersendiri yang bisa diceritakkan ke anak cucu besok” pungkas Syefira.

Reporter: Fanisa Laras Budiati

Tulisan ini dipublikasikan di Artikel, Kesehatan, Pendidikan. Tandai permalink.