TINGKATKAN LITERASI, PEMUDI SITIMULYO INI OLAH PERPUSTAKAAN DI DUSUNNYA

Indonesia menempati ranking 60 dari 61 negara dalam hal literasi dan membaca. Pemerintah pun melakukan berbagai cara untuk meningkatkan literasi di Indonesia seperti mewajibkan siswa untuk membaca sebelum jam pelajaran mulai di Sekolah. Maya Aprillia Dewi, pemudi dari Dusun Banyakan II dalam rangka KKN Konversi 102 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengolah kembali perpustakaan di Dusunnya yang sempat redup untuk meningkatkan literasi khususnya anak muda.

“Jadi sebenarnya dulu itu ada perpus di Dusun Banyakan ini, letaknya ada di Rumah salah seorang warga, perpus ini ada karena kerjasama antara pemuda dusun dengan KKN yang mengabdi di Dusun Banyakan ini sekitar tahun 2004/2005. Dulu banyak anak yang datang ke perpus untuk baca-baca kumpul dengan temannya. Tapi, karena terjadi gempa bumi 2006 perpus jadi tidak terawat dan buku-buku akhirnya dipindah ke Masjid Al Istighfar. Karena itu, saya tertarik untuk mengolah lagi, mengingat koleksinya yang bagus-bagus dan sayang kalau hanya didiamkan begitu saja. Selain itu juga agar para anak muda khususnya di Dusun ini jadi senang membaca jika ada perpus yang rapi” Tutur Maya.

Maya, dibantu oleh para pemuda lain bersama sama mengolah perpustakaan dengan menginput semua koleksi dan melabeli buku-buku yang ada. “Melihat banyak sekali koleksi buku yang bagus tetapi berantakan dan berdebu karena tidak terawat, membuat saya tergugah untuk mengolah perpus ini. Dengan dibantu teman-teman pemuda di dusun ini, kami menata kembali buku, menginput semua koleksi, memberi label, dan sekaligus saya jadikan proker untuk KKN Konversi UIN SUKA saya” Jelasnya.

Selain itu Maya juga mengusahakan agar koleksi buku di Perpustakaan Masjid Banyakan II ini bertambah. “Rencananya saya ingin menambah koleksi lagi terutama dengan judul-judul yang sesuai untuk anak remaja, melihat cukup banyaknya remaja yang ada di Banyakan ini. Saya sudah coba memasukkan proposal ke Dinas Perpustakaan Kota untuk bantuan pengadaan buku, semoga saja di acc” Ungkap Maya.

Dalam pengolahan perpustakaan ini, Maya berharap kalau anak-anak di dusunya tertarik dan menjadi gemar berliterasi. “Sasaran utama sih anak-anak, melihat banyak sekali koleksi yang tersedia dengan judul anak-anak. Akan tetapi memungkinkan juga untuk semua warga masyarakat, karena tujuan saya agar masyarakat Banyakan II ini sadar akan pentingnya literasi. Dengan memulai dari–hal yang kecil yaitu membiasakan anak membaca, InsyaaAlloh kesadaran akan pentingnya literasi itu lama-lama akan berkembang.”

Reporter: Fanisa LB

Tulisan ini dipublikasikan di Artikel, Pendidikan. Tandai permalink.