Mengisi Kemerdekaan, Sekolah Online Bermasalah?

Tepat 75 tahun yang lalu, Indonesia merdeka. Momentum itu menandai pernyataan sikap bangsa Indonesia untuk lepas dari penjajahan Belanda selama 350 tahun. Pemaknaan kemerdekaan sendiri berbeda-beda oleh setiap orang. Ada yang memaknai kemerdekaan baru benar-benar bisa dirasakan ketika Indonesia menjadi negara maju, bukan negara berkembang.

Sumber : Google

Sebenarnya Indonesia sendiri disebut negara maju atau berkembang? Dikutip dari cnnindonesia.com Amerika Serikat (AS) mencabut status negara Indonesia sebagai negara berkembang. Pencabutan status ini berpotensi membuat Indonesia kehilangan fasilitas perdagangan ekspor dan impor yang umumnya diterima oleh negara-negara berkembang. Namun, apakah Indonesia memang pantas diperlakukan sebagai negara maju?

Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal Hastiadi menyebut ada beberapa ketentuan untuk mengklasifikasikan sebuah negara menjadi negara maju. Salah satunya, sektor industrinya harus mampu berkontribusi sedikitnya 30 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Selain sektor industri, negara biasanya dikatakan maju apabila Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) negara tersebut berkembang cepat dan pesat. Apalagi adanya dukungan pemerintah yang memberikan berbagai fasilitas untuk menunjang. Lantas apakah kemajuan IPTEK di Indonesia sudah dikatakan berkembang dengan cepat dan pesat?

Di masa sekarang kemajuan IPTEK sangat penting untuk kemajuan suatu negara. Apalagi saat pendemi saat ini, yang mengharuskan apa-apa serba online dan di lakukan dari rumah. Mulai dari kegiatan sekolah, perkuliahan maupun pekerjaan.

Pemerintah menginstruksikan kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah demi mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Namun persoalannya, tak semua murid memiliki gadget atau fasilitas yang memadai, sehingga kegiatan belajar mengajar di rumah pun terkendala.

Sumber : Tribunnews.com

Salah satunya terjadi di Desa Sitimulyo. Rusydan Latifah, salah satu anggota Karang Taruna Sitimulyo menceritakan beberapa persoalan yang dialami tetangganya tentang beberapa kendala sekolah online. “ Di desaku banyak anak-anak kecil yang sedang menempuh Sekolah Dasar (SD). Dikarenakan pandemic virus corona, pembelajaran dilakukan secara online. Nah selama pembelajaran online ini kadang beberapa anak mengeluh misal kurang paham tentang materi karena tidak dijelaskan tetapi langsung diberikan tugas, sinyal yang kadang hilang-hilangan dan juga tidak semua Handphone (Hp) support untuk belajar online.” Ujarnya.  “

Lanjutnya, untuk mengatasi hal tersebut biasanya anak-anak akan berkumpul bersama di rumah salah satu temannya. Dengan tujuan untuk belajar bersama ataupun sekedar membantu kesulitan akibat tidak punya paket data ataupun meminjamkan Hp yang sudah bisa untuk mengakses internet.

Oleh karena itu pemerintah seharusnya memberikan subsidi minimal pulsa untuk mengakses internet. Tetapi para murid juga tidak boleh menyalahgunakan pulsa tersebut untuk hal-hal yang tidak terlalu berguna seperti bermain sosial media. Maka dari itu pentingnya dampingan orang tua ataupun saudara terhadap kegiatan belajar anak, khususnya saat sekolah online saat ini.

 

Penulis : Reni Safitri

Tulisan ini dipublikasikan di Artikel, Pendidikan dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.