Karang Taruna Sitimulyo Tampilkan Srandul di Selasa Wagen

Dokumentasi Dina Rahmawati

Pada Selasa tanggal 15 September 2020, beberapa anggota Karang Taruna Sitimulyo menampilkan sebuah pentas dalam acara Selasa Wagen “Greget” di Dinas Kebudayaan DIY. Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi DIY tersebut melibatkan Desa Budaya ditiap Kabupaten/Kota. Dan Desa Sitimulyo termasuk salah satunya.  Acara pentas Selasa Wagen “Greget” yang berlangsung tepatnya di Ruang BIMA Dinas Kebudayaan DIY dilakukan secara daring melalui Youtube @tasteofjogja disbud diy.

Menurut penuturan Irwan, salah satu anggota Karang Taruna yang terlibat dalam pentas tersebut, acara ditujukan dalam rangka memeriahkan kegiatan Selasa Wagen di masa pandemi. “Acara diselenggarakan dalam rangka memeriahkan kegiatan Selasa Wagen di masa pandemi. Maka dari itu berbentuk pentas daring dengan sedemikian rupa protokol kesehatan yang dilakukan, seperti sistem ganjil genap pemain, pemakain APD dan physycal distancing.” Jelas Irwan.

Untuk Karang Taruna Sitimulyo sendiri, berhasil menampilkan Kesenian Srandul sebagai kesenian yang berkembang di Sitimulyo. “Kami manampilkan Kesenian Srandul yang juga berkembang di Desa Sitimulyo. Srandul yang berjudul ‘Bedhaning Kraton Koparman’ adalah Srandul kreasi. Jadi Srandul itu ciri khasnya ada pada obor. Nah, bedanya pada Srandul kreasi adalah memakai gamelan sebagai iringan. Kalo yang asli itu hanya iringan sholawatan dan ceritanya lebih ke kehidupan sehari-hari, kalo kreasi yang kami tampilkan ini menceritakan tentang wayang menak Amir ambyah menaklukan Koparman. Amir ambyah ingin menyebarkan agama, namun Koparman menolak lalu terjadi perang.” Jelas Irwan.

Irwan juga menceritakan kesulitan-kesulitan selama latihan Srandul kreasi tersebut. “Latihannya cuma seminggu dengan di dampingi Pak Singgih dan Pak Sukirno. Beliau-beliau ini adalah seorang seniman. Untuk kesulitannya lebih pada mengompakkan gerakan bersama.” Tuturnya.

“Total anggota Karang Taruna yang ikut tampil pada Srandul yang berjudul Bedhaning Kraton Koparman ini adalah delapan anggota dengan saya Irwan Riyadi sebagai Prabu bandar jagad, Habib sebagai Patih bandariyan, Jihan dan Deva sebagai Prajurit Mekkah, Retno dan Lantan sebagai Prajurit Koparman, Sugging sebagai Amir ambyah, serta Parjiman sebagai Umarmaya.” Pungkas Irwan.

 

Reporter: Fanisa Laras B

Tulisan ini dipublikasikan di Artikel, Kebudayaan, Kesenian. Tandai permalink.