Karang Taruna Food: Produk Makanan Olahan Lidah Buaya ala Karang Taruna Sitimulyo

Sumber: Dokumentasi Eki Arum

Pada bulan September lalu, Karang Taruna Sitimulyo meluncurkan produk baru dalam bidang makanan yaitu kue sus dengan varian unggulannya lidah buaya, selain varian unggulan tersebut masih ada varian lain seperti coklat dan vanila. Kue sus tersebut merupakan salah satu makanan olahan dari lidah buaya yang dibudidaya oleh Bidang Lingkungan Hidup Karang Taruna Sitimulyo.

Program olahan makanan yang diberi nama ‘Karang Taruna Food’ ini diolah oleh salah satu anggota Karang Taruna Sitimulyo sendiri yakni Rafi Udin yang tergabung dalam bidang Usaha Ekonomi Produktif (UEP).

Menurut penuturan Rafi, tujuan adanya ‘Karang Taruna Food’ yang utama adalah untuk membrandingkan lidah buaya sebagai makanan khas dari Desa Sitimulyo, “Untuk tujuan utamanya sendiri adalah membrandingkan lidah buaya sebagai makanan khas dari Desa Sitimulyo”.

Sumber: Dokumentasi Eki Arum

Selain untuk membrandingkan lidah buaya sebagai makanan khas dari Desa Sitimulyo, Rafi juga mengungkapkan bahwa program ini juga untuk menambah pemasukan kas Karang Taruna. “Selain itu, keuntungan dari penjualannya juga untuk menambah pemasukan kas dari Karang Taruna dan beberapa persennya untuk pembuatnya”

Produk kue sus ini sudah dijual ke masyarakat dengan sistem Pre Order sejak tiga minggu lalu. “Kue Sus dari Karang Taruna Food ini sudah berjalan sekitar tiga minggu, dan minggu ini masuk minggu ke-empat, sampai hari ini ada sekitar 266 kue sus yang sudah terjual.” jelas Rafi.

Lidah buaya merupakan salah satu tanaman yang di budidaya oleh Karang Taruna Sitimulyo dan menjadi Program Kerja dari Bidang Lingkungan Hidup. Maka dari itu, Karang Taruna berusaha untuk membrandingkan olahan lidah buaya sebagai makanan khas Desa Sitimulyo. Pada saat kunjungan Tim Penilai Lomba Karang Taruna Bantul pun lidah buaya sempat diolah menjadi Es dan juga puding.

 

Reporter: Fanisa LB

Tulisan ini dipublikasikan di Artikel, Lingkungan, Sosial Masyarakat. Tandai permalink.