Idul Fitri, Munggang Nol Kasus Corona

Dokumentasi : Pemuda Munggang

Akibat pandemi Covid-19, suasana lebaran di Hari Raya Idul Fitri 1441 H ini sangat berbeda. Jika tahun-tahun sebelumnya banyak orang yang berlebaran dengan sanak saudara maupun tetangga, kini dibatasi hanya keluarga terdekat saja. Bahkan saat ada keluarga yang datang, maka setiap yang masuk kedalam rumah disemprot hand sanitizer dan diwajibkan memakai masker untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Tak hanya silaturahmi yang dibatasi, Salat Idnya pun dianjurkan dilakukan di rumah. Dikutip dari republika.co.id, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa tentang panduan Salat Idul Fitri 1441 Hijriah pada saat pandemi Covid-19. Ia menerangkan sesuai hukum asalnya, Salat Id boleh dilaksanakan di tanah lapang, di masjid, di mushola dan juga di rumah. Namun, demi kepentingan keselamatan saat pandemi, maka sebaiknya Salat Idul Fitri dilaksanakan di rumah, terutama bagi masyarakat di kawasan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali.

Begitupun pelaksanaan di Desa Sitimulyo, akibat adanya kasus positif Covid-19 di Dusun Munggang beberapa minggu yang lalu, Sitimulyo termasuk zona merah. Ikhsan Hadiyuddin selaku ketua pemuda Dusun Munggang mengatakan bahwa Salat Id tidak dilakukan di masjid. “Salat Id dilakukan mandiri dengan keluarga besar atau bersama tetangga sekitar dan untuk tempat dihalaman rumah sekitar atau di jalan dan sesuai protokol.” Ujar nya.

Dokumentasi : Pemuda Munggang

Di Dusun Munggang sendiri, kata Ikhsan selama pandemi ini akses masuk kampung hanya ada 1 jalur dari selatan dan wajib disemprot hand sanitizer dan untuk akses keluar masuk wajib lapor di pos Satgas agar mudah mendata ataupun memantau.

Tidak adanya silaturahmi ke rumah-rumah dan hanya saling menyapa dan mengucap tanpa bersalaman juga termasuk usaha memutus penyebaran Covid-19.

Perkembangan dari adanya kasus sekeluarga positif Covid-19 di Munggang, Ikhsan menegaskan bahwa keluarga tersebut sudah dinyatakan sembuh. “Alhamdulilah satu keluarga yg terkena positif Covid-19 berjumlah 4 orang tersebut sudah dinyatakan sembuh dan sudah pulang untuk melakukan isolasi mandiri juga kebutuhan makan dibantu satgas untuk berbelanja.” Ujar nya saat kami wawancarai pada (25/5).

Dari kasus tersebut ada harapan yang ingin disampaikan Ikhsan.“Dari pengalaman dusun kami, saya harap kalau temen-temen ada yang menemui orang-orang yang dari luar kota khususnya zona merah mohon untuk cek kesehatan di puskesmas dulu dan dipantau atau ditegaskan untuk isolasi mandiri. Karena jangan sampai seperti Munggang kembali terjadi dan beraktifitaslah sesuai protokol kesehatan.” Jelas nya.

Ikhsan juga menambahkan agar informasi tentang Dusun Munggang yang kini sudah kondusif dan nol poditif Covid-19 dapat disebarluaskan. Mengingat sebelumnya masyarakat Dusun Munggang sempat terkena dampak sosial karena Corona, seperti warga Munggang yang tidak boleh memasuki dusun lain, dan sebagainya.

Reporter : Reni Safitri

Tulisan ini dipublikasikan di Kesehatan, Lingkungan dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.