Bantuan Datang, Haruskah Iri dengan Tetangga?

Sumber: MajalahTempo.co

Virus Corona (COVID-19) telah memberikan dampak buruk ke berbagai sektor usaha. Banyak yang mengalami penurunan pendapatan sehingga banyak orang yang kehilangan pekerjaan. Solidaritas selalu muncul ketika masa sulit. Seperti masa pandemi Covid-19 yang kini terjadi di Indonesia, banyak kisah saling menolong antarsesama di tengah masyarakat.

Solidaritas salah satunya ditunjukkan dari Remaja Masjid Dusun Banyakan II, Sitimulyo, Piyungan, Bantul. Mereka gotong royong membantu warga dengan menyalurkan sembako dari para donatur yang ada. Selain itu Muda Mudi di Dusun Kuden juga sempat membagikan handsanitizer di awal ramadhan lalu. Di Balai Desa Sitimulyo pun ada penyaluran bantuan dari Desa, Kabupaten, top up Provinsi, serta dari Kementrian Sosial untuk para warga membutuhkan.

Namun rupanya dengan adanya bantuan-bantuan tersebut tak jarang pula menimbulkan masalah baru di kalangan masyarakat seperti penyaluran bantuan yang dirasa kurang tepat sasaran. Dilansir dari Tribunjogja.com Selasa (23/6/2020) Paguyuban Dukuh (Pandu) di Kabupaten Bantul berkeluh kesah terkait carut marutnya data Bantuan Sosial (Bansos) yang berasal dari pemerintah pusat. Hal tersebut bermula dari kecemburuan sosial antar warga yang merasa terdampak pandemi Covid-19, namun sama sekali tidak tersentuh bantuan dari pemerintah.

“Terus di antara mereka iri, merasa tingkat perekonomian yang lebih bagus malah menerima bantuan, sementara dia sama sekali tidak ya. Nah, bermula dari kecemburuan itu, kemudian teman-teman dukuh ini yang dikejar-kejar” Tutur Sulistya Atmaja selaku Ketua Pandu Bantul pada reporter Tribun Jogja Selasa (23/6/2020).

Banyak warga yang tak dapat bantuan merasa iri lantaran bantuan dinilai tak tepat sasaran. Selain itu, warga iri karena dirimya merasa lebih berhak mendapatkan bantuan daripada orang lain. Seharusnya kita patut bersyukur atas apa yang dimiliki, jikalau hidup susah itu adalah ujian dari Allah SWT. Dan patutnya manusia harus bersabar dan bergantung pada Allah.

Sesuai Firman Allah dalam QS. Fathir : 15 yang artinya “Hai manusia, kamulah yang membutuhkan Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” Selayaknya manusia selalu mengantungkan harapan, cita-cita serta kebutuhannya kepada Allah dan percaya bahwa rezeki sudah diatur oleh Allah SWT.

Dalam sebuah ayat, Allah SWT. berfirman : “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. Karena bagi orang laki-laki ada sebahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. An-Nisa ayat 32)

Dalam firman-Nya, Allah SWT. melarang hambanya untuk berbuat iri dengki kepada sesamanya, baik itu laki-laki ataupun perempuan, karena masing-masing dari mereka mendapatkan bagian dari apa yang mereka usahakan. Hendaknya manusia selalau memohon karunia dari Allah, karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Penulis: Fanisa Laras Budiati

Tulisan ini dipublikasikan di Artikel, opini dan tag . Tandai permalink.